Representasi Model Warna RGB Menggunakan HSL dan HSV

HSL dan HSV adalah dua Sistem koordinat-silinder yang paling umum  merepresentasikan poin dalam model warna RGB, yang mengatur ulang geometri RGB dalam upaya untuk perseptual yang lebih relevan daripada representasi koordinat kartesian

Gambar 1 Sistem Koordinat Cartesian

HSL (hue, saturation, and lightness), kadang disebut HSL (hue, saturation, and luminosity/luminance). HSV (hue, saturation, and value), kadang disebut HSB (hue, saturation, and brightness). Model ketiga, yang umum dalam aplikasi visi komputer adalah HSI (hue, saturation, and intensity).

Gambar 2 Sistem Koordinat Silinder HSL dan HSV

Jadi perbedaan antara HSL dan HSV terletak di Lightness dan Value, Dimana Lightness akan semakin memperterang tiap hue (warna) hingga ke tingkat warna paling terang (putih), sedangkan Value hanya sampai mempercerah tiap hue (warna) saja dari posisi awal paling bawahnya berwarna gelap (hitam) seperti dapat dilihat pada gambar diatas.

Dibawah ini merupakan gambar dari contoh analisa kedua metode pemetaan model warna RGB menggunakan kedua sistem warna koordinat silinder (HSL dan HSV).

Gambar 3 Analisa Warna Pada Sistem Koordinat Silinder HSL dan HSV

Point-Point Hue Saturation dan Luminosity/Value:

  • Hue Merupakan representasi pemilihan warna pada color wheel.
  • Sat Menentukan kadar (persentase) kejenuhan/kepekatan warna pada warna tertentu.
  • Lum Menentukan luminositas (tingkat keterangan warna). Jika melakukan perubahan pada point ini maka point Red Green dan Blue Pada RGB akan ikut berubah.

Pada Sistem Operasi Windows yang sudah sangat familiar, Sistem Pemetaan Warna RGB menggunakan metode HSL (Hue, Saturation, dan Luminosity).

Sistem Warna RGB

Sistem warna RGB ini digunakan dalam Monitor CRT. Dimana sistem ini menggunakan konsep kepekatan 3 warna (Red, Green, dan Blue), yang masing-masing warna dapat dikombinasi untuk mendapatkan warna yang berbeda, misalnya warna Merah dikombinasi dengan warna Hijau menghasilkan warna Kuning, warna Merah dikombinasi dengan warna Biru menghasilkan warna Magenta, warna Hijau dikombinasi dengan warna Biru menghasilkan warna Cyan. Seperti dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 4 Diagram Himpunan Warna RGB

Sedangkan Lawan dari Sistem warna RGB ini adalah Sistem warna CMY (Cyan, Magenta, and Yellow).

Kode Hexa Warna RGB

Kode hexa warna RGB merupakan kode yang merepresentasikan kepekatan dari 3 warna RGB. Dua digit pertama mewakili warna merah, dua digit selanjutnya mewakili warna hijau, dan dua digit terakhir mewakili warna biru, contoh, #ff0000 untuk warna merah, #00ff00 untuk warna hijau, dan #0000ff untuk warna biru. Untuk mencobanya dapat menggunakan aplikasi pemrosesan gambar seperti Photoshop ataupun Mspaint di windows, selain itu pada aplikasi coding web seperti Dreamweaver pun terdapat fitur ini.

Point-Point Red Green dan Blue:

  • Merah Menentukan kepekatan warna merah. Jika Anda mengubah merah, hue, saturasi, dan luminositas juga berubah.
  • Hijau Menentukan kepekatan hijau. Jika Anda mengubah hijau, hue, saturasi, dan luminositas juga berubah.
  • Blue Menentukan kepekatan biru. Jika Anda mengubah biru, hue, saturasi, dan luminositas juga berubah.

Sumber 1 :http://en.wikipedia.org/wiki/HSL_and_HSV

Sumber 2 : http://help.adobe.com/en_US/RoboHelp/RHTML/7.0/Colors/Dialogs/Define_Color_dialog_options.html

Sumber 3 : http://www.wilsonmar.com/1colors.htm

SEKIA DAN TERIMA KASIH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: